AKU
Jangan di tangisi di pusara ku
Aku tiada di situ
Aku tidak perlu melelapkan mata lagi
Aku pergi bersama deruan bayu
Aku ibarat permata yang tidak pernah di gilap
Aku ibarat cahaya matari gagal menembusi awan
Diri ku sejernih titisan hujan
Jiwa ku sedigin salju
Pabila kau terbangun di ufuk pagi
Aku akan kehilangan dari mu
Aku hanyalah bintang kecil yang berkerdip di malam gelap
Tidak kau lihat pancaran cahayanya
Jangan di tangisi di pusara ku
Aku tiada di situ
Aku tidak mati
Pabila aku kembali
Pasti kau lihat sinaran baru
IBA - 1988- OXFORD UNI
Thursday, May 21, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

Halalkan untuk tranfer the sajak to myblog...heh he akan ku nukilankan dalam bentuk lagu
ReplyDeleteOk, boleh dan teruskan mengikuti blog saya, nanti ada lagi puisi perjuangan yang akan saya paparkan
ReplyDelete