BILA CAMAR BERARAK PULANG
Mega senja mula menampakan diri
jauh-jauh anak nelayan berlarian
menuju pantai menunggu kepulangan
entahkan ada, entahkan tidak
desiran angin laut kian kencang
bersama dengan rintisan hujan
anak-anak tani meninggalkan dangau
anak-anak kota masih berkeliaran
mabuk dalam limpahan neon metropolitan
hanyut dalam lautan yang tidak berpantai
Entah dimana suara azan
hanya camar yang pulang senja
bila malam mula berlabuh
anak desa pulang ke pondaok usang
anak kota pula ibarat kelawar keluar sarang
masjid besar tidak berpenghuni
surau lama tidak berlampu lagi
aku mencari anak-anak kesayangan ku
dimana mereka mengembara
mengapa tidak pulang
apakah mereka tewas dalam desiran kota
apakah mereka lupa janji sejarah
ini pusaka milik kita
jangan dibiar dirampas mereka
Anak-anak kesayangan ku
Ingatlah pusaka peninggalan orang tua kita
mereka berhempas tulang, membina membangun
mengapa kau biarkan
mengapa kau lepaskan
bangunlah,pulanglah
harta ini masih milik kita
biar bersembur darah merah
biar hangus dibakar
kita tidak akan rebah
Port Dickson
IBA 2010
Friday, January 22, 2010
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment